Ayat tentang Kesombongan dan Rendah Hati — Luqman 31:18

Tadabbur Al-Qur'an • Sesi 027 • LUQMAN 31:18 • THEMATIC/NON-LINEAR

SESI 027 • LUQMAN 31:18 • THEMATIC/NON-LINEAR

Jangan Berjalan dengan Kesombongan

Tawaduk, kesombongan, adab sosial.

🌙 Ayat Utama Hari Ini

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍۢ فَخُورٍۢ
Wa lā tuṣa‘‘ir khaddaka lin-nāsi wa lā tamsyi fil-arḍi maraḥā. Innallāha lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhūr.
LUQMAN 31:18 — Makna ringkas: Jangan memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan jangan berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

📚 Tafsir Mu‘tabar

Jangan merendahkan manusia

Ibn Kathir menerangkan larangan memalingkan wajah sebagai larangan meremehkan manusia karena sombong. Kelebihan tidak memberi izin untuk merendahkan.

Keangkuhan dalam cara membawa diri

Al-Tabari mengaitkan larangan berjalan dengan maraḥ dengan perilaku sombong dan membanggakan diri.

Batas penerapan

Tawaduk bukan menghapus ketegasan, kompetensi, atau kewibawaan. Yang ditolak adalah kesombongan: menolak kebenaran dan merendahkan manusia.

🤲 Hadis Sahih

Sahih Muslim 91: kesombongan dijelaskan sebagai menolak kebenaran dan meremehkan manusia.

🌍 Konteks Faktual

Fakta dari nash: ayat melarang sikap meremehkan dan keangkuhan.

Pelajaran/analogi: jabatan, ilmu, pengalaman, dan harta dapat menjadi ujian adab ketika membuat seseorang sulit mendengar koreksi.

Batas: satu gestur tidak cukup untuk menilai isi hati orang lain; ayat ini terutama cermin untuk diri.

🪞 Muhasabah

Bagaimana nada dan wajah saya kepada orang yang statusnya lebih rendah?

Jika koreksi datang dari orang yang tidak saya sukai, apakah saya tetap menilai kebenarannya?

Adakah kelebihan yang membuat saya merasa tidak perlu mendengar?

💡 Hikmah Utama

Tawaduk bukan mengecilkan diri, tetapi menerima kebenaran dan menjaga martabat orang lain meskipun kita memiliki kelebihan.

✅ Amal Praktis Hari Ini

Dalam satu percakapan hari ini, latih tawaduk: dengarkan sampai selesai dan jangan memakai jabatan, ilmu, harta, atau pengalaman untuk merendahkan lawan bicara.

🔗 Hubungan dengan Perjalanan

Sesi 026 menjadi pijakan sebelumnya; sesi ini membuka tema baru dengan ayat yang belum menjadi ayat utama perjalanan.

Sudah selesai membaca dan merenungkan sesi ini?

Baca Sesi 027 dalam Journey Interaktif →